Rektor Universitas Bhayangkara nilai positif rencana penghapusan skripsi
Elshinta.com, Kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim soal penghapusan skripsi dinilai hal yang positif. Karena rencana tersebut mampu mendekatkan para mahasiswa dengan dunia kerja sekaligus mahasiswa bisa memilih namun tetap melaksanakan tugas akhir khususnya mahasiswa S1.
Elshinta.com - Kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim soal penghapusan skripsi dinilai hal yang positif. Karena rencana tersebut mampu mendekatkan para mahasiswa dengan dunia kerja sekaligus mahasiswa bisa memilih namun tetap melaksanakan tugas akhir khususnya mahasiswa S1.
Dikatakan Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Bekasi, Jawa Barat, Irjen pol (purn) DR. Drs Bambang Karsono, kebijakan menteri tersebut sebenarnya bukan sepenuhnya ditiadakan soal skripsi. Namun mahasiswa boleh memilih bahkan yang dulu terkadang sulit dalam memperoleh pekerjaan. "Dengan kebijakan ini bisa makin mendekatkan mahasiswa dengan dunia pekerjaan, sehingga bukan hanya sekedar teoritis saja," kata Bambang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Senin (4/9).
Oleh karenanya, menurut Bambang tidak adanya skripsi di S1 tidak musti mutlak namun mahasiswa juga bisa memilih seperti penelitian berkaitan dengan pengabdian di masyarakat. "Intinya yang dapat bermanfaat di masyarakat. Sehingga pihaknya tengah berproses mempersiapkan segala sesuatunya bagi mahasiswa dengan adanya pilihan tersebut," ujar Bambang.
"Jika tidak skripsi. Mahasiwa bisa memilih hal penelitian lain yang nantinya disesuaikan atau dikonversikan dengan Satuan Kredit Semester (SKS)." kata Bambang, Senin (4/9).
Sementara itu. Universitas Bhayangkara, Jakarta Raya juga melakukan edukasi bagi para mahasiswa baru yang dinilai wajib termasuk adanya tes urine nantinya agar para mahasiswa terbebas dari narkoba. "Pengusungan tema kali ini yakni membangun mahasiswa yang tangguh dan berintegritas di era digital sekaligus menyongsong indonesia maju kedepan," ucap Bambang.